PENGALAMAN EKSMA II
Assalamualaikum haloo semuanya, kenalin nama aku rima zuliana putri kelas MN24J dari melompok 6 (leadify) di sini saya mau menceritakan pangalaman saya saat Eksma II
- PRA EKSMA II
Pada hari pelaksanaan kegiatan pra, lokasi yang ditentukan adalah di PCNU Kabupaten Sukabumi. Lokasinya cukup dekat dari rumah saya, namun karena khawatir terlambat, saya memutuskan untuk bangun lebih awal, tepatnya pukul setengah lima pagi. Walaupun dekat, tetap saja ada rasa cemas dan gugup yang menyertai. Pakaian yang saya kenakan sesuai dengan ketentuan, yaitu atasan putih, bawahan hitam, sepatu hitam, dan kerudung hitam. Saya juga memastikan untuk membawa semua perlengkapan yang telah diwajibkan sebelumnya.
Sesampainya di lokasi, kami terlebih dahulu dikumpulkan di luar ruangan untuk dilakukan pengecekan perlengkapan. Setelah itu, kami diarahkan untuk masuk dan duduk sesuai kelompok.
Sebelum acara inti dimulai, terlebih dahulu diadakan sesi ice breaking yang cukup menyenangkan. Kegiatan ini mencakup pengecekan jargon masing-masing kelompok hingga tes lagu, di mana perwakilan dari kelompok diminta untuk maju ke depan. Kegiatan ini cukup mencairkan suasana dan membuat peserta lebih semangat.
Acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Mars Nusa Putra, serta sambutan sambutan.
Materi Pertama disampaikan oleh Bang Jovan Haikal dengan topik seputar BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan tugas-tugas utama BEM, seperti menjalankan program kerja, membantu menyelesaikan permasalahan mahasiswa, serta menjalin komunikasi yang baik antara mahasiswa dan pihak kampus.
Materi Kedua disampaikan oleh Ketua Umum DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), Bang Rivaldi. Beliau memaparkan tugas dan fungsi DPM, yaitu:
Legislasi: Membuat peraturan dan ketetapan setiap periode.
Penganggaran: Mengawasi penggunaan dan alokasi anggaran.
Pengawasan: Mengawasi jalannya kinerja BEM, termasuk Presiden Mahasiswa dan jajarannya.
Setelah pemaparan materi, kami diberi waktu istirahat untuk makan siang dan melaksanakan salat Dzuhur. Karena saya sedang berhalangan, saya tidak ikut salat berjamaah, namun tetap menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan dan ke kamar kecil.
Selesai istirahat, seluruh peserta diberikan hukuman fisik akibat beberapa pelanggaran sejak pagi, seperti keterlambatan maupun perlengkapan yang kurang lengkap. Peserta perempuan menjalani squat jump, sementara peserta laki-laki melakukan push up. Karena dirasa cukup berat jika dilakukan sekaligus, akhirnya kami bersama panitia sepakat untuk mencicil hukuman tersebut hingga puncak kegiatan nanti.
Materi Ketiga dibawakan oleh Bang Abdillah Dzikri dengan topik GSECT. Materi ini sangat inspiratif, terdiri dari lima poin utama:
G: Global Outlook – memiliki wawasan yang luas.
S: Simple Be Happier – senyum, sapa, salam, sopan, dan santun.
E: Etika – menjunjung tinggi adab.
C: Corporate – pentingnya bekerja sama.
T: Togetherness – membangun kebersamaan.
Materi Keempat mengenai Kesetaraan Gender disampaikan oleh Kak Baida Hamid. Beliau menjelaskan tantangan terbesar dalam mencapai kesetaraan gender, seperti budaya patriarki yang masih kuat. Selain itu, beliau juga menjelaskan perbedaan antara sex (jenis kelamin secara biologis) dan gender (identitas sosial antara laki-laki dan perempuan).
Setelah seluruh materi disampaikan, kami diminta membentuk lingkaran besar di bagian belakang ruangan. Dalam sesi ini, kami berdiskusi dan menyampaikan argumen mengenai berbagai kasus yang terjadi di lingkungan kampus, sekaligus melakukan orasi.
Kegiatan pra hari itu ditutup pada sore hari.
• PUNCAK EKSMA II
Pada saat hari pelaksanaan puncak Ekskursi Manajemen (Eksma), saya bangun pukul 2 pagi untuk bersiap-siap karena kami semua dikumpulkan di Gelanggang Cisaat. aku memakai baju eksma dan pakai celanan hitam serta gak lupa bawa tas besar atau di sebut tas carrier. Peserta yang berangkat lebih dulu adalah dari kelompok 1 sampai 5, jadi karena aku kelompok 6 aku salat Subuh berjamaah terlebih dahulu di gelanggang
Setelah salat, kami langsung naik ke mobil truk tronton menuju tempat kegiatan yang berlokasi di Shooting Range Area 266, Lapang Tembak. Karena kegiatan ini berlangsung selama satu hari satu malam, kami membawa perlengkapan lengkap untuk menginap.
Sesampainya di lokasi, kami diarahkan menuju lapangan untuk berbaris bersama kelompok yang sudah datang lebih dulu. Setelah pengecekan barang bawaan, kami sarapan sederhana dengan menu telur dan nasi. Kemudian kami mulai mencicil hukuman yang belum diselesaikan dari kegiatan pra sebelumnya.
Acara dilanjutkan dengan pembukaan puncak Ekskursi Manajemen, yang diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Himpunan, serta Grand Opening dan simbolis pembukaan Ekskursi Manajemen II.
Materi pertama disampaikan oleh Ketua MSA, Bang Faton Ali Hakim, yang membahas tentang alasan berdirinya MSA (Manajemen Student Association). Beliau menjelaskan bahwa MSA resmi berdiri pada 23 November 2018, hari Jumat pukul 13.00. Sebelum dinamakan MSA, organisasi ini sempat bernama HMM dan HMJ. Tujuan berdirinya MSA adalah untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam bidang akademik maupun non-akademik, serta membentuk himpunan mahasiswa yang solid.
Setelah materi pertama, kami istirahat untuk salat Dzuhur dan makan siang bersama.
Materi kedua membahas tentang gaya kepemimpinan:
Otoriter (Otokrasi): Kepemimpinan mutlak, contohnya Korea Utara.
Teokrasi: Pemerintahan yang dipimpin oleh pemuka agama, seperti di Irak.
- Demokrasi: Pemimpin dipilih langsung oleh rakyat, contohnya Indonesia.
- Monarki Absolut: Kepemimpinan turun-temurun, contohnya kerajaan.
Materi ketiga membahas paradigma, yaitu sudut pandang atau cara memandang sesuatu untuk menyelesaikan masalah. Kak Rangga juga menjelaskan bahwa organisasi adalah suatu perkumpulan terstruktur yang terdiri dari dua orang atau lebih, dan memiliki tujuan bersama.
Materi keempat di sampaikan oleh Bapk Ahmad Taufiq Rahman Menurut beliau, karakter sangat penting dalam kehidupan karena tidak bisa diajarkan seperti ilmu. Karakter hanya bisa dikembangkan seiring waktu. Bentuk, pertumbuhan, dan perkembangan karakter menjadi aspek penting dalam pembentukan individu.
Setelah materi, saya makan malam dan salat Magrib terlebih dahulu.
Materi yang ke lima tentang teknit persidangan yang di paparkan oleh kak rizki maulana. Materi ini membahas seputar forum formal organisasi yang disebut persidangan, di mana anggota berkumpul untuk membahas, mengkaji, dan mengambil keputusan penting. Disampaikan juga syarat untuk menjadi Presiden Mahasiswa, yaitu:
Memiliki jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab.
Memahami sistem dan proses persidangan.
Peka terhadap situasi.
Mampu mengendalikan emosi selama sidang.
Kami juga diajak berdiskusi melalui simulasi kasus dari lembar kertas yang disediakan.
Setelah semua materi selesai, kami diinstruksikan untuk tidur. Saya tidur satu tenda dengan kelompok lain, dan ini jadi momen menyenangkan untuk menambah teman baru. Namun benar saja, tidak lama setelah tidur, kami dibangunkan lagi untuk kegiatan api unggun.
Kami berkumpul membentuk lingkaran menghadap api unggun dan menyanyikan lagu “Buruh Tani,” “Mars Mahasiswa,” dan “Darah Juang.” Setelah itu, dimulai kegiatan pos-posan. Sayangnya, saya hanya bisa sampai Pos 3 karena tiba-tiba merasa tidak enak badan. Kepala dan perut terasa sakit, jadi saya izin untuk tidak melanjutkan.
Untungnya, setelah minum obat dan istirahat, pagi harinya saya merasa jauh lebih baik.
Pagi harinya kami berganti pakaian menggunakan polo merah dan celana training. Waktu istirahat cukup lama, jadi saya gunakan untuk ngobrol dengan teman satu tenda dan mengunjungi tenda lain. Setelah itu, kami dikumpulkan untuk senam pagi bersama, dilanjutkan dengan sesi ice breaking di mana kami menampilkan yel-yel terbaik kelompok masing-masing.
Sarapan pagi hari itu terasa sangat nikmat setelah semalam yang cukup berat.
Tiba-tiba, saya diminta ke bagian belakang untuk membuat konten TikTok bersama teman-teman. Setelah selesai, kami melakukan negosiasi hukuman dengan panitia demisioner di bantu dengan panitia pdd karna karna kami membantu panitia pdd melakukan proker dengan ikut serta dalam buat konten.
Setelah itu, ada jeda untuk salat Dzuhur dan istirahat hingga pukul 13.00. Kegiatan dilanjutkan dengan permainan seru seperti estafet sarung, estafet balon, dan tebak kata dengan gerakan tubuh yang membuat suasana semakin hangat dan penuh tawa.
Setelah semua kegiatan selesai, kami diminta untuk mengeluarkan semua barang dari tenda ke depan lapangan. Waktu penutupan pun tiba. Kami berfoto bersama panitia dan juga berfoto per kelompok.
Setelah itu, kami membawa barang-barang menuju lapangan untuk bersiap pulang. Saya naik angkot, sementara beberapa teman dijemput oleh keluarganya. Alhamdulillah, saya sampai di rumah dengan selamat dan membawa banyak cerita serta pengalaman berharga.
Komentar
Posting Komentar